Monumen Jogja Kembali, Tumpeng Beton Raksasa

  • Whatsapp
Monumen Yogya Kembali. Monumen ini biasa disingkat menjadi 'Monjali' oleh masyarakat yogyakarta.
source Antara foto/ Hendra Nurdiansyah

Wisata Yogyakarta – Tugu Yogya Punggung, Monumen Sejarah Perjuangan Ibukota Indonesia di Era Ir. Soekarno menjabat sebagai presiden Indonesia.
Serangan Jenderal 1 Maret menunjukkan kekuatan TNI yang luar biasa melawan Belanda. Ini membuktikan bahwa Indonesia
bukanlah negara jajahan melainkan negara merdeka dengan ibu kota Yogyakarta. Perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan tidak sia-sia,
melalui Persatuan Bangsa-bangsa lahir KTN (Komisi Tiga Negara) yang berujung pada Perjanjian Roem-Royen yang menuntut Belanda menarik
pasukannya dari Indonesia. Belanda secara resmi mundur pada tanggal 29 Juni 1949.
Monumen Yogya Kembali

Monumen Yogya Kembali dibangun pada tanggal 29 Juni 1985 untuk mengenang sejarah penarikan pasukan Belanda dari tanah air Indonesia dan
direbutnya kembali Yogyakarta dari penjajahan Belanda. Peletakan batu pertama Monumen Yogya Kembali dilakukan oleh Raja Yogyakarta
Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan diresmikan oleh Presiden Orde Baru pada masa Suharto pada 6 Juli 1989.
Lokasi Punggung Tugu Yogya (Monjali)
Untuk menuju lokasi ini sangat mudah, biasanya kita melintasi jalan Monjali kemudian melihat ke arah kanan barat laut perempatan
jalan lingkar utara dengan jalan Palagan, Dusun Jongkang, Desa Sariharjo, Kabupaten Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. Layaknya museum,
Monumen Yogya Kembali memiliki beragam peninggalan sejarah. Baik di dalam maupun di luar gedung. Bangunan utama Monumen Yogya Kembali
dikelilingi oleh kolam renang raksasa. Kolam ini dibagi menjadi 4 bagian dengan jalan setapak menuju pintu masuk. Pintu barat dan timur mengarah
ke ruangan di lantai pertama. Pintu utara dan selatan mengarah ke ruangan di lantai dua.

Diorama di belakang Tugu Yogya

Tingkat pertama Monumen Yogya Kembali dipenuhi dengan ribuan koleksi yang menjadi saksi perjuangan perjuangan kemerdekaan. Objek bersejarah seperti mesin taip, senjata, dan tandu yang digunakan oleh Komander Jeneral Sudirman disusun dengan rapi di ruangan ini. Terdapat pelbagai koleksi di tingkat pertama dan kedua. Sekiranya terdapat saksi sunyi di tingkat pertama, maka di tingkat dua anda akan menemui sekumpulan saksi yang masih tidak berhenti. Kenapa ?? Pada tahap ini, terdapat pelbagai diorama yang menceritakan tentang perjuangan pahlawan, bermula dengan Serangan Umum 1 Mac, Perjanjian Roem Royen dan banyak lagi. Dan dia dapat mengetahui sendiri, jadi saya memanggilnya seksi tanpa diam. Tingkat tiga cukup sunyi, kerana digunakan untuk mendiamkan diri, mengingat pahlawan dan berdoa. Bayaran masuk adalah IDR 5,000 untuk pelancong tempatan dan IDR 7.500 untuk pelancong asing.

Kembali ke Monumen Yogya

Pesona Monumen Yogya Kembali tidak hanya terdapat di bangunan utama, tetapi luarannya juga memberikan keindahan yang lain. Dengan taman hijau yang dilengkapi dengan beberapa objek bersejarah. Ini termasuk pesawat replika dan meriam Cureng.

Monumen Taman Pelangi Yogya Bali

Pada akhir tahun 2011, Monumen Yogya Kembali melahirkan inovasi baru dengan membuka taman yang dapat dinikmati pada waktu malam. Nama Taman Pelangi. Buka dari 16.00 hingga 23.00 dengan harga Rp 10.000 pada hari kerja dan IDR 15.000 pada hujung minggu. Seperti namanya, taman ini berwarna-warni. Lampu dengan pelbagai bentuk dan warna menghiasi taman ini. Warna-warna terang dan bersinar menarik budak itu ke belakang. Emosi, tekanan, dan kekeliruan dilarang di sini, yang hanya dua titik untuk menutup tanda kurung (lihat: senyum gembira). Taman ini juga mempunyai beberapa perjalanan menunggang kuda. Sekiranya anda lapar dan dahaga, ada medan selera yang akan menang. Tidak ada salahnya mengunjungi Taman Pelangi Yogya Kembali sebagai hiburan alternatif untuk anda.
Tugu Yogya

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *