Tempat Wisata Terindah Dan Hits Di Jogja Yang Wajib Dikunjungi 2018

Malioboro, Kawasan Exotic untuk berfoto dan berbelanja

0 151

Wisata Yogyakarta – Siapa tak kenal Malioboro? Jalan searah sepanjang 1 km yang berada tepat di pusat kota ini menjadi salah satu jalan terpadat di Yogyakarta. Bukan lalu-lalang kendaraan tetapi aktifitas orang-orangnya. Malioboro ialah pusat perbelanjaan di kota Yogyakarta. Semua aktifitas perdagangan tumpah ruah disini.

Jalan Malioboro Yogyakarta

Dahulunya Malioboro ialah kawasan pecinan. Perlahan tapi pasti, perkembangan etnis Tionghoa di wilayah ini mulai berkembang pesat dan mulai merambah di bidang bisnis terlebih sejak tahun 1926 pasar gedhe atau yang sekarang lebih dikenal dengan pasar Beringharjo mulai beroperasi.

Malioboro Pusat Cenderamata Khas Yogyakarta

Pedagang Kaki Lima Malioboro

Malioboro merupakan surganya cenderamata Yogyakarta. Bagi para wisatawan, tidak ada tempat yang lebih lengkap untuk mencari cenderamata khas Yogyakarta selain di Malioboro. Segala macam pernak-pernik berupa souvenir, pakaian bahkan hingga kerispun bisa didapatkan disini. Anda bisa memilih berbagai macam pernak-pernik di sepanjang jalan Malioboro baik yang di sisi timur maupun sisi barat jalan. Harga yang ditawarkan masih bisa dinego, bagi yang hobi nongkrong di pasar anda pasti mahir berbelanja disini.

Selain para pedagang kaki lima, Malioboro juga dipenuhi kios-kios yang berjajar di sepanjang jalan. Kios pakaian, tas, elektronik, kosmetik, hingga perhiasan ada disini. Selain itu ada juga kios yang cukup besar, seperti Matahari dan Ramayana yang penuh dengan berbagai merk pakaian, Liman dengan macam-macam karpet dan Mirota Batik dengan pernak-pernik dan berbagai kerajinan. Ada juga kios modern super besar seperti Ramai Mall dan Malioboro Mall. Di sisi timur jalan bagian selatan juga ada mall yang berdesain klasik. Dari bentuk bangunan, barang yang diperjual-belikan, hingga penjualnya juga sebagian berdandan klasik. Orang-orang menyebut mall ini dengan sebutan “Pasar Beringharjo”. Anda bisa belanja batik disini dengan harga Rp 35.000. Atau mencari peralatan rumah tangga, mencari uang jadoel, besi-besi tua, hingga bunga untuk pemakaman tersedia disini.

Andong di Jalan Malioboro

Setelah lelah mondar-mandir berbelanja di sepanjang jalan Malioboro, tak ada salahnya anda istirahat sambil nongkrong di depan Gedung Agung atau di area Vredeburg. Orang biasa menyebutnya Benteng Vredeburg. Wilayah ini juga familier dengan sebutan KM 0, karena patokan untuk perhitungan kilometer jalan-jalan di Yogyakarta berasal dari sini. View yang ditawarkan sungguh menarik, perpaduan antara padatnya kota Yogyakarta dengan suasana klasik era perjuangan. Becak dan kereta kuda yang menghiasi jalan Malioboro menambah aroma klasik di area ini. Saat malam tiba, sulit rasanya menggambarkan indahnya KM 0. Sesekali ada pentas seni di Vredeburg, terkadang ada juga pementasan wayang. Di waktu malam lain anak-anak muda lincah berseluncur dengan skateboardnya berlatih disini, tepatnya di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret. Di sisi jalan yang lain terkadang beberapa anak band melakukan pentas menunjukkan perform yang luar biasa menghibur kerumunan. Rugi rasanya jika belum pernah nongkrong di KM 0 dan sepanjang jalan Malioboro.

Leave A Reply

Your email address will not be published.