Malioboro, Kawasan Exotic untuk berfoto dan berbelanja

  • Whatsapp
malioboro jogja
source https://www.instagram.com/malioboro_jogja/

Jalan sepanjang 1 km di tengah kota merupakan salah satu jalan tersibuk di Yogyakarta.

Perlahan tapi pasti, perkembangan etnis Tionghoa di kawasan itu mulai berkembang pesat dan mulai merambah bisnis, apalagi sejak tahun 1926 Pasar Agung atau yang sekarang lebih populer.

Bagi wisatawan, tidak ada lagi tempat untuk mencari oleh-oleh khas Yogyakarta kecuali Malioboro.

Segala macam pernak pernik berupa suvenir, baju bahkan keris bisa Anda temukan di sini.

Anda bisa memilih berbagai jenis pernak pernik di sepanjang jalan Malioboro, di sisi timur dan barat jalan.

Harga yang ditawarkan masih bisa nego, buat yang suka nongkrong di pasar dan pastinya trampil.

Selain PKL, Malioboro juga dipenuhi dengan warung-warung yang menutupi jalan.

Sebuah kios pakaian, tas, elektronik, kosmetik, dan perhiasan ada di sini.

Selain itu juga terdapat warung-warung yang cukup besar seperti Matahari dan Ramayana yang penuh dengan berbagai merk pakaian, Liman dengan berbagai jenis karpet dan Mirota Batik dengan pernak pernik dan berbagai kerajinan tangan.

Ada juga warung modern besar seperti Ramai Mall dan Malioboro Mall.

Di sisi timur jalan selatan juga terdapat mall dengan desain klasik.

Dari bentuk bangunan, barang yang diperjualbelikan, hingga penjual hingga pakaian klasik.

Wong mengatakan mal itu “Beringharjo”.

Anda bisa membeli batik di sini seharga 35.000.000.

Atau temukan peralatan rumah tangga, temukan koin kuno, besi tua, dan bunga untuk pemakaman yang tersedia di sini.

Setelah lelah menyusuri jalanan Malioboro, tidak salah untuk beristirahat dan nongkrong di depan Gedung Agung atau di kawasan Vredeburg.

Pemandangannya sangat menarik, seperti dulu

Banyak wahana kuda dan buggy berada di sekitar PSar Bringhajo sehingga menambah suasana romantis

alunan musik diiringi suara artis Jogja yang mengiringi malam

Pekan budaya ini mempertemukan karya anak muda dari semua lapisan masyarakat, pelajar dan pendatang. Kadang ada pentas seni di Benteng Vredeburg, kadang ada wayang golek.

Malam harinya, para remaja lincah bermain skateboard berlatih di sini, di depan Tugu Serang Umum 1 Maret.

Di sisi lain jalan, terkadang anak-anak menunjukkan bahwa band ini sangat menyenangkan bagi penonton.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *