Tempat Wisata Terindah Dan Hits Di Jogja Yang Wajib Dikunjungi 2018

Benteng Vredeburg Jejak Belanda di Yogyakarta

Benteng Vredeburg berada tepat di pusat kota Yogyakarta, sebelah pojok timur laut perempatan kilometer 0 dan menjadi pangkalnya Jalan Malioboro.

0 204

Wisata Yogyakarta – Benteng Vredeburg Yogyakarta, bagi sebagian orang mungkin merasa asing dengan kata-kata ini. Kata Vredeburg terdengar seperti bahasa Belanda. Apa kaitan Belanda dengan Yogyakarta? Benteng Vredeburg sangat terikat dengan sejarah berdirinya Kraton Yogyakarta. Tahun 1755 adalah masa dimana Belanda masih menduduki wilayah Indonesia. Perpecahan Kasultanan Yogyakarta dan Kasultanan Surakarta lewat Perjanjian Giyanti pun tidak luput dari peran pihak Belanda. Tahun 1760 Sri Sultan Hamengkubuwono I mendirikan sebuah benteng sederhana atas permintaan Belanda. Tahun 1765 Belanda mengusulkan pembangunan kembali benteng menjadi lebih permanen. Atas persetujuan Raja Yogyakarta, bentengpun mulai dibangun. Benteng ini baru selesai dibangun pada tahun 1787 dengan nama “Rustenburg” yang berarti “Benteng Peristirahatan”.

Sejarah Nama Benteng Vredeburg

Tahun 1867 terjadi gempa dahsyat yang mengguncang Yogyakarta dan meluluh-lantakkan bangunan-bangunan yang ada. Termasuk Kraton Yogyakarta, Tugu Yogyakarta, dan tentu saja Rustenburg. Belanda mulai melakukan pembenahan terhadap Rustenburg, setelah selesai benteng ini berganti nama menjadi “Vredeburg” yang berarti “Benteng Perdamaian”. Benteng Vredeburg berbentuk bujursangkar dengan pintu menghadap ke barat dan dikelilingi parit sebagai pertahanan. Di dalam Benteng Vredeburg terdapat bangunan-bangunan seperti rumah perwira, asrama bagi prajurit, gudang logistik, gudang persenjataan bahkan rumah sakit. Benteng ini dapat menampung sekitar 500 orang
Suasana Dalam Benteng Vredeburg Yogyakarta

Seiring perjalanan waktu, Benteng Vredeburg mulai lepas dari tangan Belanda. Tahun 1949 Benteng Vredeburg menjadi salah satu sasaran utama dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret. Yang pada akhirnya Benteng Vredeburg jatuh dalam genggaman NKRI.

Benteng Vredeburg Menjadi Museum

Tahun 1992 Benteng Vredeburg difungsikan menjadi museum dengan nama baru (lagi) “Museum Benteng Yogyakarta”. Tetapi warga Yogyakarta lebih familier dengan nama lama “Benteng Vredeburg” daripada dengan nama barunya. Sesuai dengan fungsinya yang baru, Benteng Vredeburg menjadi tempat mengkaji sejarah perjuangan rakyat Indonesia melawan Belanda. Berbagai peninggalan sejarah masih terjaga di dalam kompleks benteng putih ini. Bangunan khas dari negeri kincir angin masih kokoh berdiri, dengan beberapa meriam dan café (ada yang jual makanan juga disini) sebagai penghias taman. Jika masuk dalam ruangan, wisatawan akan menemukan beberapa benda bersejarah lainnya, dan yang pasti diorama yang bisa berbicara sendiri. Diorama-diorama ini menggambarkan perjuangan warga Yogyakarta melawan penjajah dan pemberontak dari sejarah Pangeran Diponegoro hingga Gerakan 30 September PKI.
Diorama di Benteng Vredeburg Yogyakarta

Nongkrong di Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg berada tepat di pusat kota Yogyakarta, sebelah pojok timur laut perempatan kilometer 0 dan menjadi pangkalnya Jalan Malioboro. Selain sebagai wisata sejarah, Benteng Vredeburg memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang suka hunting tempat nongkrong. Selain terkenal dengan museumnya, Benteng Vredeburg tidak bisa lepas dari Monumen Serangan Umum 1 Maret yang berada satu lokasi dengannya. Selain sebagai monumen pengingat perebutan Yogyakarta dari tangan Belanda, Monumen Serangan Umum 1 Maret tidak kalah seru sebagai tempat kongkow. Waktu yang tepat untuk menikmati keindahan kota Yogyakarta disini ialah pada waktu sore hari. Kemegahan Monumen Serangan Umum 1 Maret yang bersejarah berubah ketika malam hari. Tempat ini berubah fungsi menjadi tempat unjuk gigi para peseluncur dengan skateboardnya. Dari yang dewasa hingga anak-anak beradu kreasi meliuk-liuk dengan papan luncurnya disini.
Monumen Serangan Umum 1 Maret Benteng Vredeburg

Dengan suasana yang disajikan, tempat ini menjadi tujuan wajib bagi anda yang ingin belajar sejarah, berbelanja (di Malioboro), atau sekedar duduk-duduk menikmati eksotisme kota Yogyakarta yang ramah di Benteng Vredeburg.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.