Tempat Wisata Terindah Dan Hits Di Jogja Yang Wajib Dikunjungi 2018

Pasar Beringharjo, pasar Tradisional Murah Meriah

0 125

Pasar Beringharjo memiliki sejarah yang cukup panjang hingga hari ini. Asal muasal Pasar Beringharjo menjadi satu paket dengan berdirinya Kraton Yogyakarta. Sri Sultan Hamengkubuwono I mendirikan Kasultanan Yogyakarta dengan 4 pilar. Kraton sebagai pusat pemerintahan, alun-alun sebagai ruang untuk rakyat, masjid sebagai tempat ibadah dan pasar sebagai pusat perekonomian.

Sejarah Nama Pasar Beringharjo

pasar beringharjo,pasar beringharjo yogyakarta,sejarah pasar beringharjo,pasar beringharjo jogja

Pasar Beringharjo Yogyakarta

Awal mulanya lokasi yang sekarang bernama Pasar Beringharjo merupakan hutan beringin. Tiga tahun pasca Perjanjian Giyanti atau pada tahun 1758 Sri Sultan Hamengkubuwono I menjadikan hutan beringin ini penjadi pusat perekonomian rakyat. Berlari sejauh 167 tahun, hutan beringin ini dibangun dengan konstruksi beton agar lebih permanen. Tahun 1925 ini, hutan beringin resmi berdiri bersamaan dengan berdirinya Klub Persisam Samarinda. Lho..? Sri Sultan Hamengkubuwono VIII yang waktu itu menjabat menjadi raja Yogyakarta memberi nama pasar ini dengan nama Pasar Beringharjo. Bering diambil dari kata beringin dan harjoyang berarti kesejahteraan jadinya pohon beringin yang sejahtera. (baca:just kidding). Nama Beringharjo memiliki nilai sejarah yang cukup mendalam, mengawali dari sebuah hutan beringin dan menjelma menjadi pusat perekonomian yang mensejahterakan rakyat. Bahkan sejarah mencatat Pasar Beringharjo ialah yang menjadi tonggak berdirinya Jalan Malioboro yang tersohor itu.

Pasar Beringharjo memiliki luas hingga 2,5 hektar, berada di pusat kota Yogyakarta, sebelah utara Benteng Vredeburg. Buka setiap hari dari pukul 6 pagi hingga 5 sore. Sekedar informasi, Pasar Beringharjo telah direhabilitasi sebanyak dua kali yaitu pada tahun 1951 dan 1970 juga pernah mengalami kebakaran tahun 1986.

Pasar Beringharjo Pasar Sentral (Batik) di Yogyakarta

Meskipun seperti layaknya pasar-pasar yang lain, Pasar Beringharjo mungkin lebih dikenal dengan “batik”nya. Tetapi sebelum melangkah ke dalam, ada baiknya berjalan-jalan di sekeliling pasar tradisional ini. Bagian depan Pasar Beringharjo sebelah pintu utama yang menghadap barat anda akan menemukan pusat kuliner berupa jajanan pasar. Anda akan menemukan bakpia, lumpia, klepon, brem, nogosari, dan berbagai jajanan lainnya. Jika berjalan menyusuri gang sebelah utara pasar anda akan menemukan berbagai koin atau mata uang lama. Anda juga bisa menemukan benda0benda antik lainnya seperti lampu, patung, lonceng kuno dan benda-benda antik lainnya.

Jika masuk melalui pintu barat, pastinya anda langsung mendapati kios-kios yang menjual berbagai macam pakaian, dan tentu saja yang menjadi buruan utama “batik”. Anda akan menemukan berbagai macam batik berbagai motif dengan bermacam harga pula. Anda bisa membeli satu, dua, tiga, empat, bahkan lusinan. Hanya bermodalkan 35 ribu saja anda bisa membawa pulang baju batik yang baru. Mungkin bagi yang hobi tawar-menawar anda bisa mendapat harga yang lebih murah lagi.

pasar beringharjo,pasar beringharjo yogyakarta,sejarah pasar beringharjo,pasar beringharjo jogja

Kios di Pasar Beringharjo Yogyakarta

Bagi yang hobi merawat tubuh dengan bahan-bahan alami, disini adalah tempat yang sangat tepat untuk mencari obat herbal atau biasa disebut jamu. Berbagai macam jenis jamu bisa ditemukan disini. Di Pasar Beringharjo pun tersedia jamu paketan, paket penyakit ini dan itu.

Bagi yang suka membeli souvenir, disini pun tersedia. Atau yang suka membeli besi? Ada juga. Tempatnya di lantai bawah paling belakang. Anda bisa mencari berbagai jenis besi dari aksesori kendaraan bermotor hingga alat pertukangan. Bagi yang mencari besi, alumunium, kuningan, berbentuk lonjoran atau lempengan tersedia lengkap disini dan harganya super miring.

Jika anda suka berbelanja di pasar tradisional, tidak salah jika anda berbelanja di Pasar Beringharjo Yogyakarta.

Leave A Reply

Your email address will not be published.