Tempat Wisata Terindah Dan Hits Di Jogja Yang Wajib Dikunjungi 2018

Monumen Jogja Kembali, Tumpeng Beton Raksasa

Monumen Yogya Kembali dibangun pada tanggal 29 Juni 1985 untuk memperingati sejarah penarikan pasukan Belanda dari tanah air Indonesia

0 164

Wisata Yogyakarta – Monumen Yogya Kembali, sebuah monumen sejarah perjuangan ibukota Indonesia era Ir. Soekarno menjabat sebagai presiden Indonesia. Serangan Umum 1 Maret memperlihatkan kekuatan yang luar biasa dari TNI melawan Belanda. Membuktikan bahwa Indonesia bukan negara jajahan melainkan sebuah negara merdeka yang berdaulat dengan beribukotakan Yogyakarta. Perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan tidak sia-sia, melalui PBB lahirlah KTN (Komisi Tiga Negara) yang menghasilkan Perjanjian Roem-Royen yang mengharuskan Belanda menarik pasukannya dari Indonesia. Secara resmi Belanda menarik mundur pasukannya pada tanggal 29 Juni 1949.

Monumen Yogya Kembali

Monumen Yogya Kembali dibangun pada tanggal 29 Juni 1985 untuk memperingati sejarah penarikan pasukan Belanda dari tanah air Indonesia dan merebut kembali Yogyakarta atas pendudukan Belanda. Peletakan batu pertama Monumen Yogya Kembali dilakukan oleh Raja Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan diresmikan oleh Presiden era Orde Baru Soeharto pada tanggal 6 Juli 1989.

Lokasi Monumen Yogya Kembali (Monjali)

Untuk menuju lokasi ini cukup mudah kita biasa melawati jalan monjali lalu tengok ke sebalah kanan di pojok utara-barat persimpangan jalan lingkar utara dengan jalan Palagan, Dusun Jongkang, Desa Sariharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, DIY. Seperti halnya museum, Monumen Yogya Kembali memiliki berbagai peninggalan-peninggalan sejarah. Baik yang berada di dalam maupun di luar bangunan. Bangunan utama Monumen Yogya Kembali dikelilingi oleh kolam raksasa. Kolam ini dibelah menjadi 4 bagian oleh jalan yang menuju pintu masuk. Pintu sebelah barat dan timur menuju ruangan di lantai satu. Pintu utara dan selatan menuju ruangan di lantai dua.

Diorama Monumen Yogya Kembali

Lantai satu Monumen Yogya Kembali dipenuhi hingga ribuan koleksi yang menjadi saksi bisu perjuangan merebut kemerdekaan. Benda-benda bersejarah seperti mesin ketik, senjata, hingga tandu yang digunakan oleh Panglima Besar Jendral Sudirman tersimpan apik di ruangan ini. Ada perbedaan koleksi antara lantai satu dan lantai dua. Jika di lantai satu terdapat saksi bisu maka di lantai dua anda akan menemukan koleksi saksi tidak bisu. Lho?? Di tingkatan ini terdapat berbagai macam diorama yang mengisahkan perjuangan para pahlawan, dari Serangan Umum 1 Maret, Perjanjian Roem Royen dan lain sebagainya. Dan dioramanya bisa berbicara sendiri maka saya sebut sebagai saksi tidak bisu. Di lantai tiga cukup sepi, karena memang digunakan untuk mengheningkan cipta, mengenang para pahlawan dan mendoakannya. Biaya masuk monjali Rp 5.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 7.500 untuk wisatawan mancanegara.

Meriam Monumen Yogya Kembali

Daya tarik Monumen Yogya Kembali tidak hanya di bagian dalam gedung utama, bagian luarnya pun menyajikan keindahan yang lain. Dengan taman yang hijau dilengkapi dengan beberapa benda bersejarah. Diantaranya replika pesawat Cureng dan juga senjata meriam.

Taman Pelangi Monumen Yogya Kembali

Akhir tahun 2011 Monumen Yogya Kembali membuat sebuah inovasi baru, yaitu dengan membuka taman yang bisa dinikmati ketika malam hari. Namanya Taman Pelangi. Buka mulai jam 4 sore hingga jam 11 malam dengan tarif Rp 10.000 di hari biasa dan Rp 15.000 di akhir pekan. Sesuai dengan namanya taman ini berwarna-warni. Lampion-lampion berbagai bentuk dan warna-warni menghiasi taman ini. Gemerlap cahaya warna-warni seakan menyeret kita kembali ke masa kanak-kanak. Keadaan emosi, stress, galau dilarang masuk di sini, yang ada hanya titik dua tutup kurung (baca:senyum bahagia). Taman ini juga dilengkapi dengan beberapa wahana permainan yang mengasyikkan. Jika lapar dan haus menyerang, tersedia food court sebagai pahlawannya. Rasanya tidak ada salahnya mengunjungi Taman Pelangi Monumen Yogya Kembali menjadi sebuah alternatif hiburan bagi anda.
yogya kembali monument

Leave A Reply

Your email address will not be published.