Tempat Wisata Terindah Dan Hits Di Jogja Yang Wajib Dikunjungi 2018

Kraton Yogyakarta Kerajaan di Era Modern

Kraton Yogyakarta Kerajaan di Era Modern

0 91

Wisata Yogyakarta – Kraton Yogyakarta menjadi sebuah tonggak awal berdirinya Kasultanan Yogyakarta yang di kemudian hari resmi menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1950. Namun perjalanan Kraton Yogyakarta sudah dimulai sekitar 2 abad sebelumnya.

Sejarah Singkat Berdirinya Kraton Yogyakarta

1755 adalah tahun dimana Kerajaan Mataram Islam terpecah menjadi dua bagian, Kasultanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta. Pangeran Mangkubumi yang kemudian memiliki gelar Sri Sultan Hamengkubuwono I ialah yang mula-mula mendirikan Kraton Yogyakarta tahun 1756. Kraton Yogyakarta berada tepat di jantung Yogyakarta, berdiri diantara dua sungai yaitu sungai code di sebelah timur dan sungai winongo di sebelah barat. Kraton Yogyakarta juga menjadi pusat dan berdiri tepat diantara pantai selatan dan Gunung Merapi yang dapat ditarik garis lurus berupa garis imajiner.

Wilayah Kraton Yogyakarta

Wilayah Kraton Yogyakarta dikelilingi oleh benteng dengan luas lebih dari satu kilometer persegi. Benteng ini memiliki 5 buah pintu keluar yang biasa disebut dengan plengkung. Plengkung Tarunasura (Plengkung Wijilan) di sebelah timur laut, Plengkung Jogosuro (Plengkung Ngasem) di sebelah Barat daya, Plengkung Jogoboyo (Plengkung Tamansari) di sebelah barat, Plengkung Nirboyo (Plengkung Gading) di sebelah selatan dan Plengkung Tambakboyo (Plengkung Gondomanan) di sebelah timur.

Kraton Yogyakarta, Kerajaan yang Tak Lekang Dimakan Zaman

Meskipun zaman telah berubah, namun keberadaan Kraton Yogyakarta seakan tidak ikut termakan oleh waktu. Tradisi-tradisi sejak zaman awal berdirinya masih terpelihara hingga sekarang. Bagi para wisatawan yang ingi menyaksikan petunjukan ala Kraton Yogyakarta anda bisa mengunjungi kraton setiap hari mulai jam 8 hingga jam 2 siang kecuali hari Jumat, hanya sampai jam 12 siang. Pertunjukan-pertunjukannya antara lain pertunjukan gamelan, wayang kulit, tarian, pembacaan puisi hingga pertunjukan wayang golek.

Tradisi Grebeg Maulud

Selain pertunjukan yang bisa dinikmati setiap hari, Kraton Yogyakarta memiliki tradisi tahunan yang masih terpelihara. Misalnya “grebeg” yang diadakan tiap bulan Syawal, Maulud dan Besar penanggalan jawa. Anda bisa ikut berdesak-desakan berebut hasil bumi yang disusun menyerupai gunung, atau biasa disebut gunungan. Salah satu yang cukup meriah adalah Grebeg Maulud atau lebih familier dengan nama “sekaten” untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW. Dalam rangkaian sekaten, di alun-alun utara selalu diadakan pasar malam. Anda bisa menikmati riuhnya pesta rakyat pada malam hari di sini. Anda akan menjumpai berbagai wahana permainan, hiburan dan masih banyak lagi.

 

Selain itu tiap malam tahun baru alun-alun utara dan selatan selalu dipenuhi lautan manusia, merayakan pergantian tahun. Berbagai kembang api siap menghiasi langit malam di atas kompleks istana raja. Memang hal ini bukan agenda dari pihak Kraton Yogyakarta namun hampir selalu pesta rakyat diadakan disini.

 

Selain Kraton Yogyakarta sendiri, wisatawan dapat mengunjungi obyek lain di sekitar kraton. Seperti Tamansari dengan arsitekturnya yang klasik, atau yang suka berpetualang di dunia kuliner bisa mengunjungi Wijilan dengan masakan khas Yogyakarta “Gudeg“. Dijamin Kraton Yogyakarta memberikan sebuah pengalaman yang berbeda dalam daftar wisata anda.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.